Friday, March 15, 2013

Berubaah

Beberapa tahun terakhir, banyaak trend yang berubah. Banyak banget yang malah kalau kita mau perhatiin, mulai dari gaya rambut, pakaian, musik, dll.

Yap, inilah rasanya hidup di era digital. Hidup tanpa sekat wilayah, budaya, dan waktu. Semua bisa tau apa musik yang lagi hits di kalangan anak muda sekarang, terus tinggal download deh (makanya lagu di playlist orang-orang banyak yang samaan, sama-sama denger lagu yang lagi nge-Hits, hehe). Kalo merhatiin, cowo sekarang juga mirip-mirip potongan rambutnya, sama-sama tipis di pinggiran deket kuping tebel di bagian tengah, tak tau itu namanya model apaan.

Ada lagi yang agak revolusioner, fenomena hijabers. Kalo denger cerita sebelom tahun '98, katanya orang dilarang pake jilbab, sekarang banyak banget yg pake jilbab di Indonesia! (standing applause) Bahkan beberapa tahun terakhir (sepengamatan saya aja lho), makin banyak orang-orang yang pake jilbab. Gimana enggak, jilbab sekarang emang asik-asik bentuknya, warnanya jg menarik, pesan saya gunakan jilbab dengan baik dan benar yah.

Era digital juga eranya bersosialisasi dan berbagi. Kalo dulu social media sebatas ym, mig33, dan friendster, sekarang banyak banget yang namanya social media, mulai dari fb, twitter, plurk, formspring, dan... dan... banyak deh. Mau berbagi di era digital? Boleh! Gampang banget malahan, mau share foto ada instagram, share pengalaman menarik bisa lewat blog, wordpress, share video ada youtube, share bakat nyanyi kamu bisa di soundcloud dan masih banyak lagi fasilitas berbagi lainnyaa. Bahkan gara-gara video yang diupload, atau tulisan yang menarik di blog, bisa bikin orang mendadak terkenal lho, udah banyak kejadian keren kayak gini.

Era digital sekarang emang keren, saking kerennya bisa bikin kita kehilangan jati diri, jadi gampang ikut-ikutan trend. Terserah mau ikut trend apa ngga, yang jelas ga semua trend itu bagus buat diri sendiri, pilih-pilih mana yang baik dan manfaatin semua yang bisa kita dapet di era digital ini. Selamat datang di era digital!

Saturday, December 8, 2012

MESTAKUNG

Kalian tahu, tahun 2000 lalu Indonesia sukses menjadi tuan rumah APhO (Olimpiade Fisika Asia) pertama, wow. Ternyata pencapaian sukses itu dimulai dari mimpi Prof. Yohanes Surya (Prof. Yosur) tuk menjadikan Indonesia sebagai pionir Olimpiade Fisika Asia I. Awalnya, beliau dengan nekat menerima tawaran Presiden Olimpiade Fisika Internasional tuk menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah APhO padahal beliau belum ada persiapan apa-apa. Tapi, apa beliau cuma bermimpi sambil berdo'a berharap impiannya terkabul? Tidak! Justru keberanian dan tindakan nekatlah yang kemudian menyebabkan terjadinya MESTAKUNG.

Selama proses persiapan, ternyata ide dan tindakan nekat beliau justru didukung oleh para dosen dan mahasiswa UPH tempat beliau mengajar bersedia untuk dijadikan tempat berlangsungnya APhO. Bukan cuma itu, ternyata secara ajaib Presiden Abdurrahman Wahid bersedia membuka acara tersebut. Acara ini juga sukses digelar dengan dihadiri lebih dari 35.000 orang dan juga tokoh-tokoh Fisika dunia, termasuk Yuan Tseh Lee peraih nobel Fisika dari Taiwan.

Namun, setelah acara berakhir ternyata panitia mengalami defisit Rp 750.000.000, karena banyak sponsor yang menarik diri tuk membiayai kegiatan ini. Mestakung terjadi! Prof. Yosur memberanikan diri menghadap Bapak Mochtar Riady dari Lippo Group yang tak diduga-duga bersedia menutupi seluruh kekurangan biaya tersebut. WOW.

Tak berhenti disitu, mimpi Prof. Yosur berlanjut, yaitu TOFI (Tim Olimpiade Fisika Indonesia) menjadi juara dunia Olimpiade Fisika Internasional tahun 2006 dengan 5 medali emas dan tahun 2020 menargetkan ada seorang peraih nobel Fisika dari Indonesia. Dan kalian tahu, mimpinya yang pertama telah terkabul. Indonesia sukses menjadi juara dunia dengan 4 medali emas (1 absolute winner) dan 1 perak. 

Tak banyak orang yang berani bermimpi, banyak alasan yang menghalangi kita untuk bermimpi, salah satunya cemooh. Ya, memang ketika kita punya mimpi yang terlihat mustahil akan banyak orang yang mencemooh. Prof. Yosur juga mengalami demikian, namun beliau tidak menyerah, yang membedakan orang yang sukses dan gagal meraih mimpinya adalah SIKAP. Terutama sikap ketika dia sedang berada dibawah.
Nah, tinggal kita saksikan bagaimana dengan mimpi Prof. Yosur yang kedua, kita lihat saja. Eh, bagaimana dengan mimpi kalian? Ayo bermimpi, ayo bergerak.

Semoga bermanfaat ^^