Kalian tahu, tahun 2000 lalu Indonesia sukses menjadi tuan rumah APhO (Olimpiade Fisika Asia) pertama, wow. Ternyata pencapaian sukses itu dimulai dari mimpi Prof. Yohanes Surya (Prof. Yosur) tuk menjadikan Indonesia sebagai pionir Olimpiade Fisika Asia I. Awalnya, beliau dengan nekat menerima tawaran Presiden Olimpiade Fisika Internasional tuk menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah APhO padahal beliau belum ada persiapan apa-apa. Tapi, apa beliau cuma bermimpi sambil berdo'a berharap impiannya terkabul? Tidak! Justru keberanian dan tindakan nekatlah yang kemudian menyebabkan terjadinya MESTAKUNG.
Selama proses persiapan, ternyata ide dan tindakan nekat beliau justru didukung oleh para dosen dan mahasiswa UPH tempat beliau mengajar bersedia untuk dijadikan tempat berlangsungnya APhO. Bukan cuma itu, ternyata secara ajaib Presiden Abdurrahman Wahid bersedia membuka acara tersebut. Acara ini juga sukses digelar dengan dihadiri lebih dari 35.000 orang dan juga tokoh-tokoh Fisika dunia, termasuk Yuan Tseh Lee peraih nobel Fisika dari Taiwan.
Namun, setelah acara berakhir ternyata panitia mengalami defisit Rp 750.000.000, karena banyak sponsor yang menarik diri tuk membiayai kegiatan ini. Mestakung terjadi! Prof. Yosur memberanikan diri menghadap Bapak Mochtar Riady dari Lippo Group yang tak diduga-duga bersedia menutupi seluruh kekurangan biaya tersebut. WOW.
Tak berhenti disitu, mimpi Prof. Yosur berlanjut, yaitu TOFI (Tim Olimpiade Fisika Indonesia) menjadi juara dunia Olimpiade Fisika Internasional tahun 2006 dengan 5 medali emas dan tahun 2020 menargetkan ada seorang peraih nobel Fisika dari Indonesia. Dan kalian tahu, mimpinya yang pertama telah terkabul. Indonesia sukses menjadi juara dunia dengan 4 medali emas (1 absolute winner) dan 1 perak.
Tak banyak orang yang berani bermimpi, banyak alasan yang menghalangi kita untuk bermimpi, salah satunya cemooh. Ya, memang ketika kita punya mimpi yang terlihat mustahil akan banyak orang yang mencemooh. Prof. Yosur juga mengalami demikian, namun beliau tidak menyerah, yang membedakan orang yang sukses dan gagal meraih mimpinya adalah SIKAP. Terutama sikap ketika dia sedang berada dibawah.
Nah, tinggal kita saksikan bagaimana dengan mimpi Prof. Yosur yang kedua, kita lihat saja. Eh, bagaimana dengan mimpi kalian? Ayo bermimpi, ayo bergerak.
Semoga bermanfaat ^^